Thursday, July 30, 2009

internship, one step of my life

mungkin awalnya aku memandang internship aku itu sebagai satu tahap yang harus dilewati saja. sebuah pengalaman yang harus diambil, untuk menyiapkan kita ke dunia kerja. sebuah pengalaman untuk belajar sesuatu.

ternyata apa yang aku dapet dari internship ini bisa dirangkai sebagai suatu lagu yang indah. aku seneeng banget. karena internship ini, aku banyak belajar.. dan aku banyak bisa melakukan sesuatu yang aku suka. yang membuat aku membuka pikiran..

tidak hanya pelajaran dan pengalaman yang langsung kudapatkan seperti pengalaman kerja sama orang, mengerjakan tugas, berpikir, menganalisis, bersosialisasi, mendengarkan, berbicara, bekerja mendapat gosip2 politis kantor dan banyak lagi. tapi aku juga mendapatkan pelajaran dan pengalaman yang secara ga langsung bisa aku petik bukan dari konteks kerja praktek itu sendiri. tapi dari orang-orang yang ada di kantor, dari teman baru, dari kegiatan-kegiatan yang aku lakukan di sela internship, dari seminar waktu di kantor, dari renungan saat istirahat kantor, dari obrolan dengan sobat sewaktu pulang dari kantor, dari film-film dan serial yang aku tonton sehabis pulang kantor, dari kegiatan2 yang aku lakukan di sela-sela libur kantor.

yah, memang. secara langsung dan gak langsung. aku mendapatkan semua itu. jadi 2 bulan liburan yang aku gunakan untuk kerja praktek ini benar-benar kurasakan ada manfaatnya. berguna. gak buang waktu. :)

satu hal yang aku baru sadari, yang aku dapatkan juga di sela-sela kerja praktek. dan ini adalah kesalahan fatal ku. kenapa sampe sekarang aku jelas belum bisa percaya sama hasil karyaku sendiri dimana padahal aku menaruh banyak harapan di dalamnya adalah:
aku selalu saja menciptakan sesuatu dengan satu tujuan. yaitu aku ingin karyaku diapresiasi. aku ingin karyaku dipuji. aku ingin orang bilang bahwa karyaku itu bagus.

berat memang. tapi aku mengakuinya. aku salah. dan aku mengakuinya. dan ini kesalahan fatalku.

makanya kenapa aku ga pernah yakin sama karyaku sendiri selama ini.
makanya kenapa aku memutuskan bahwa desain mungkin bukan jalur yg kupilih di kuliah.
karena kesalahan ku ini berujung pada ketidakjujuran karya itu sendiri.
harusnya cuman ada aku dan karyaku.
cuman ada aku dan dia. kita jujur. aku membuatnya karena aku ingin membuatnya. bukan karena aku ingin dipuji. bahkan dipuji oleh orangtua kita sendiri.
ini kesalahan aku.

mulai sekarang aku akan lebih jujur. aku akan lebih personal dalam mencipta.
dengan begitu aku tidak perlu memoles diriku sendiri.
aku akan jujur pada diriku. dan biarkan orang lain menjudge ku.
aku tidak peduli.
karena buatku kini, hanya ada aku dan karyaku.
itulah yang harus kulakukan agar aku bisa percaya kembali kepada karya-karyaku.

:)

Friday, July 24, 2009

should we forget those things?

Ada pertanyaan besar yang melanda pikiran ku baru-baru ini, sebenarnya, aku ga terlalu mau ambil pusing tentang hal ini, mengingat internship ku yang udah bikin pusing. *but my internship is really fun, i admitted.

Pertanyaan besar itu adalah haruskah Kita melupakan hal-hal yang pernah menjadi impian, kesukaan, atau bahkan kebiasaan kita ketika ada hal baru yang datang ke kehidupan kita dan kita merasa hal baru itu lebih penting. Kepanjangan kali ya, tapi gimana yaa.. aku jadi bingung juga ngejelasinnya.. Intinya gini deh, saat ada yang perubahan besar dalam hidup kita.. seperti misalnya kita baru jadi orang kaya, kita baru pacaran atau tunangan, kita baru naik jabatan yang levelnya tinggi, kita baru punya temen yang kehidupan sosialnya beda sama kehidupan sosial kita sebelumnya.....yah semacam hal seperti itulah.

Aku sama sekali tidak mempermasalahkan perubahan ya. Karena perubahan itu akan selalu ada, perubahan itu alami, kita tidak hidup kalau tidak berubah. Hanya saja, terkadang perubahan itu juga mengenai satu elemen dalam otak kita, yaitu ingatan. Mungkin, perubahan itu bisa membuat orang melupakan seperti apa dirinya dahulu, yang paling aku ga pernah bisa ngerti adalah kenapa orang-orang yang berubah itu juga harus melupakan mimpinya, melupakan passion nya dalam hidup yang tadinya 'in a good way', melupakan bahwa dia adalah orang yang baik hati yang selalu care sama temannya, oops mulai curhat.

"Disaat kamu menemukan atau mengalami hal yang belum pernah kamu alami sebelumnya, dan itu membuat hati kamu tertarik, kamu seketika akan melupakan hal-hal yang ada di otak kamu. Perlahan-lahan otak kamu hanya berisi hal baru yang menarik, sementara hal-hal yang lain akan menjadi masa lalu kamu. Entah gimana ngejelasinnya, tapi kamu ga akan bisa melawan itu. Melawan perubahan diri kamu sendiri. Percaya deh. "
Itu kata seseorang yang berubah, yang melupakan impian dan passion nya dalam hidup karena perubahan dalam kondisi & situasi dalam hidupnya. Aku gak mau. Aku gak mau banget itu terjadi sama aku. Engggaakkk.

Masalahnya, masa lalu, yang dia lupakan bukan hal yang buruk. Bukan hal yang memalukan, atau yang tak pantas dikenang. Bukan. Malah sebaliknya, hal itu adalah hal yang baik. Impian mu. Kau bisa bayangkan kan? Kau melupakan impian mu, secara sadar. Kau kehilangan 'passion' itu secara sadar juga. Kau merasa bahwa hal itu sudah tidak lagi menjadi penting, padahal tadinya impianmu itulah hidupmu.
Enggak, aku ga bisa mentolerir itu di otakku. Aku ga bisa menerima pernyataan atau teori itu. Sama sekali.

Oke, coba aku gambarkan dari satu contoh kasus, misalnya ada seorang Gadis yang tadinya suka menulis buku dan semenjak dia pacaran dengan seorang pemuda, hanya pemuda itulah yang ada di pikiran dia. Menulis yang tadinya itu adalah hidupnya perlahan kehilangan aroma memikatnya lagi buat si Gadis. Si Gadis hanya mementingkan pemuda dan hanya menginginkan nya dalam hidupnya. Kemana perginya hasrat Gadis dalam menulis buku? Entahlah. Dan apa jawaban dia saat kutanya?
Itu, petikan kalimat di paragraf sebelum ini.

Aku ga pernah bisa menerima, aku ga pernah bisa mengerti. Apakah memang perempuan sebagai kodratnya tidak bisa mewujudkan mimpinya. Apakah memang perempuan tidak ditakdirkan untuk mengubah dunia? mungkin pikiran ini terlalu sempit, tapi aku yakin seorang Kartini mempunyai pikiran yang berbeda dari perempuan kebanyakan. Yang segera melupakan impiannya saat ada hal baru datang dalam hidupnya, padahal impian nya semula bisa berefek pada kehidupan orang banyak nantinya. Namun, perempuan biasa lebih berfokus pada kehidupannya sendiri-sendiri, melupakan impian besarnya seiring dengan perubahan kondisinya.

Atau misalnya contoh kasus lain, ada seorang Pemuda yang tadinya adalah pemuda biasa saja, dengan kerendahan hatinya ia mau berteman dengan siapa saja. Satu saat, hidup nya berubah, ia memiliki suatu garis tangan bahwa ia akan masuk ke satu lingkungan jet set. Satu lingkungan yang berisi socialite, orang orang kaya raya. Dengan masuk ke lingkungan ini, maka pemuda melupakan kerendahan hatinya untuk mau berteman dengan siapa saja, ia mulai memilih siapa yang layak dekati siapa yang ia harus jauhi. Kemana perginya kerendahan hati si pemuda, kalau ku tanya dia hanya menjawab "Setiap orang pasti berubah, inilah hidupku, dan aku merasa lebih bahagia seperti ini. Aku merasa dihargai dan aku merasa senang."

Haruskah perubahan itu membuat kita melupakan siapa kita dahulu? Padahal apa yang kita lupakan itu sesuatu yang baik. Lain halnya jika kita mantan preman pasar, yang insaf menjadi pedagang jujur. Bahkan kurasa kalau kasusnya seperti ini, si orang itu meskipun telah menjadi pedagang jujur, tak akan pernah bisa melupakan kejahatan-kejahatan yang dulu dia lakukan sebagai preman. Tapi kenapa, justru jika hal baik mudah dilupakan??

Atau memang itu semua misteri Tuhan. Semua ada pada garis tangan kita masing-masing? Tapi menurutku, untuk melupakan itu pilihan. Untuk berusaha, itu pilihan. Ini pertanyaan besar dalam kepalaku.
Mengapa orang-orang tersebut memilih itu?

Apakah nanti, jika aku sendiri yang mengalami perubahan dalam hidupku, akan melupakan mimpiku? Padahal menurutku mimpiku ini baik. Apakah aku akan melupakan kebaikan dan keinginanku untuk selalu baik pada setiap orang. Untuk selalu tulus dan jujur sama mereka. Untuk membuat orang-orang yang kusayangi bahagia. Apakah aku harus melupakan itu semua nanti?

Sunday, July 12, 2009

Sometimes,.... it's fun

Tadi baru saja, aku diantar oleh sang sahabat yang sejak smp selalu menemaniku si Ageng..
Kita sejak sore tadi sudah janjian bertemu, makan sore dan dilanjutkan dengan mengobrol sesorean sampai malam di kosan dia. Aku emang seneng ngobrol sama dia, karena selalu saja ada sesuatu yang baru, aku juga seneng ngobrol sama dia karena kita sering bernostalgia. Haha betapa ajaib ya, sebuah nostalgia bisa membuat kita tersenyum sumringah..

Dari obrolan kita yang ngalor ngidul,mulai dari tentang teman, style, kehidupan, pendidikan, masa depan, keluarga, cinta, pernikahan, cinta monyet (aka monkey love) hahaha... yah pokoknya segalanya sama dia mah selalu diomongin, aku nyaman sama dia karena itu. Dan karena dia juga orang yang menyenangkan, seru, kalau dia bilang aku itu cool..calm..yah pokoknya yang seperti itu. Maka jika bersama dia aku merasa terlengkapi banget..karena dia kadang-kadang suka melakukan atau membicarakan sesuatu dengan gaya yang bertolak belakang denganku. Hahaha, menyenangkan sekali yaa perbedaan! karena dengan perbedaan kita bisa seimbang..

Dan, pokoknya yang paling seru adalah tadi si Ageng mengajak ku untuk membuat "best friends challenge", Begini... kita masing-masing bikin list 10 kegiatan untuk dilaksanakan si teman yang lain. Kegiatan itu harus seru, berupa tantangan pokoknya membangun dan mengarah ke kegiatan positif atau at least membuat kita bahagia deh.. hehehe..

Dan setelah kita mikirin list itu, kita masing-masing bermusyawarah, tawar menawar atau apa lah istilahnya..pokoknya kita mengajukan tantangan kita apakah setuju untuk dilakukan si teman yang kita tantang.. dan dari 10 list yang Ageng kasih ada 9 kegiatan yang aku terima buat dilakukan!! And, they are:
1.Ngobrol Sama salah satu Office Boy di tempat Kp -> okeey, kalo ngobrol sama salah satu OB mah bisaa kalii hehe,,belum tau sih ngobrolin apaa..ahh tapi pasti bisaa! hihihi

2. Jalan-jalan sore/malam di Braga. -> well, jelas aku gak akan mau kalau sendirian. Jadi aku ajak aja si ageng..dan dia bilang mau. berarti bolehh deh. :)


3. Improve kemampuan gambar, Sketsa di tempat yang bagus. -> aku emang selalu pingin ngelakuin ini, tapi selalu berasa ga ada waktu. Jadi, karena aku ditantang mau ga mau aku harus ngelakuin kan..ga boleh ada alasan ga ada waktu.hihihi..


4. Jalan-jalan Ke Kebun Binatang & Museum di Bandung. -> Ajaib, kami memang sehati. 2 kegiatan ini juga jadi tantangan aku buat si Ageng, tapi tentunya dengan bumbu tantangan lainn dong, si Ageng harus foto sama Harimau Sumatra, Onta dan Gajah. Trus harus bikin resensi museum-museum yang dikunjungin dan di publish di internet bisa lewat facebook, atau blog atau web. :p


5.Fancy Dinner. -> Yah ini sih terserah dia aja lah, aku sih mau-mau aja..pokoknya ntar dia yang bakal ngerancang semuanyaa..hihiihihi


6. Bikin New Mading buat tahun ajaran baru + new target. -> karena aku udah suka sama konsep mading di kamar ku..jadi aku bilang gimana kalo tambahin target sama perbarui content dan sedikit layout aja..dan dia setuju..oke deh kalau begituuu


7. Bikin masakan buat diri sendiri, breakfast/lunch/dinner, tapi harus ditata bagus (kayak di restoran). -> agak bingung juga,hmm kira-kira bisaa gaa yaa, sempet ga yaa. tapii..karena ini hal baru, yang jarang aku lakuin di KOSAN. kalo di rumah masih pernah lahh beberapa kali. okee kuterima deh tantangannyaa.


8. Beliin bunga buat mama + kartu ucapan. -> yang ini batas waktunya boleh kapan ajaa.. karena mama di jakarta dan aku di bandung. dan di jakarta, rumah ku ga deket sama toko bunga jadi agak sulitttt.. heuu, tapi aku terimaa tantangannya


9. Ngajak ngobrol temen di FB yang paling ga deket sama lo. -> huahahaa. aku bingung juga, mau ngajak ngobrol siapaa yaahhh, heuu agak garing gak sih kalo tiba-tiba ngajak ngobrol..tapi yahh boleh deh.. hihihii


heuu, ini menarik juga loh. maksud ku..untuk mengisi liburan kita yang diselipi kebosanan kerja praktek, atau buat dia yang katanya ga ngerjain apa-apa. Karena tadi kita ngobrolin bahwa sebenernya udah kodrat setiap manusia itu untuk membutuhkan yang namanya tantangan. Dengan adanya tantangan kita jadi semangat untuk menjalani hari-hari. Berusaha menaklukan apa yang mungkin kita gak pernah kepikir akan menaklukannya. Hehehehehe..

Setuju banget deh sama dia, ga ada salahnya di coba kan. Ohya, sebenernya dia agak terinspirasi juga dari film YES MAN! hehehe. yah emang betul sih film itu sangat menginspirasi aku juga, aku sempet kepikiran buat ngelakuin macem-macem yang aneh-aneh tapi, err, karena kp..jadi... heuu >.<

Selesai saling tukar kertas perjanjian Best Friend Challenge itu, aku dianter pulang deh sama diaa. Dan.. guess what. Aku seneeeeeeeeng banget. Karena waktu berjalan menuju pagar kosan, aku ngerasa pingin ngeliat ke atas langit. Dan ternyata langit malam ini indah banget!! :)
Bertaburan bintang yang banyaaaaaaak banget, indah banget deh, ga bohong, terharu banget sampe rasanya pingin ngeluarin air mata. Ada kali tadi 10 menit di luar, ngeliatin ke atas langit sambil senyum-senyum sendiri. hihihi. Sampe emas-emas tukang bangunan kosan ikutan ngeliat ke atas langit.. (mungkin dia pikir, idih si eneng kenapa tuh ngeliatin ke atas mulu..ikutan ngeliat jugaa ahhh) hihihihihi

Apa yang ingin aku bilang disini adalah, ayo untuk mengisi liburan kita yang setengah kp setengah kp ini kita melakukan sesuatu yang ga biasa. Yang kita anggap mungkin ga ada waktu untuk melakukannya..! ayo coba tantang diri kalian masing-masing, atau bisa juga pake Best Friend Challenge cara aku dan si ageng untuk lebih seru lagi..hihihi

Dan seminggu lagi kita janjian untuk meninjau ulang bagaimana progress tantangan kita masing-masing. hehehhe..
Doakan yaa, supaya semua tantangan dari Ageng bisa kulaksanakan dengan baik.dan aku mendapatkan sesuatu yang baru yang bisa kupelajari...
Amiiin!!

Thursday, July 2, 2009

an indonesian movie should be watched: SERIGALA TERAKHIR

Aren't you tired of HANTU something or POCONG something..
somewhat that just unreal.
If You starved for something that have a true value. Or simply: A real.

then this,
is a movie you should watch.


I edited the original poster because its too portrait..i am truly deeply sorry for this inconvenient.Maaff yang sebesar-besarnya jadi aneh begitu..heu
Ahh, pokoknya gini....
Dari awal, pertama kali aku tau kalau film ini bakal dibuat, waktu aku tau film ini bertema gangster pinggir kota jakarta. Aku sangat excited. Besides the director whom i know that she will make a good thing to see, aku juga tertarik sama ceritanya.

Film ini adalah film drama yang memiliki sentuhan action. Persahabatan Ale (Fathir Muchtar), Jarot (Vino G Bastian), Jago (Dallas), Sadat (Ali Syakieb), Lukman (Dion) dan Fatir (Reza Pahlevi) akan diuji. Sebuah peristiwa yang menodai persahabatan tersebut dengan pengkhianatan, cinta rumit yang terjalin ditengah pertempuran, dan segala macam masalah seputar gangster akan mewarnai kisah ini.

Serigala Terakhir, akan menggambarkan suatu realita kehidupan di sekitar kita. Yang mungkin sering kita abaikan, yang mungkin sering kita tidak mengakuinya. tapi itulah kenyataan.

hoho, begitulah kira-kira "Serigala Terakhir" menurut kesimpulanku dari yang aku baca. oh yaa, visit www.serigalaterakhir.com kalo penasaran! Yang jelas Aku ga sabar untuk menonton film ini. Aku ga sabar ngeliat akting para pemainnya, ngeliat street fighting nya, ngeliat cerita cinta-persahabatan-penghianatan nya. Yah well, guys.. yang mau ku bilang:
Ayo nonton ini!!!
Nonton bareng yuk!!!
yuuuuuuuuk!!!
:D
:D
:D

Friday, June 26, 2009

Graduation

Tidak seperti tamat atau lulus yang pernah dialami kita mungkin sebelumnya. Tamat atau lulus dari kuliah adalah sesuatu yang menegangkan. Karena untuk sebagian orang, kehidupannya baru dimulai setelah ini. Mungkin pertanyaan yang sering keluar saat tamat atau lulus biasa adalah: mau ke SMP mana abis lulus SD ini? Mau ke SMA mana abis lulus SMP ini? Mau kuliah dimana abis lulus SMA?

Untuk sebagian orang yang beruntung, mereka telah menjalani kehidupan yang betul diinginkannya sejak SD. Ada juga yang sejak SMP, atau saat SMA mereka telah menyadari hal itu. Dan banyaaaak yang melakukan deciding besar-besaran atas path mana yang mereka akan ambil saat akan menempuh kehidupan kuliah. Tapi tahapan itu semua adalah tahapan "belajar saja sedikit implementasi". Buat beberapa manusia yang beruntung diberi kehidupan yang layak sehingga bisa menempuh pendidikan hingga kuliah mungkin ga akan terlalu khawatir. Apa yang mereka inginkan bisa dipenuhi saat mereka menjalani kewajibannya sebagai siswa atau mahasiswa. Atau yang selalu diharapkan setiap orang yang menempuh pendidikan formal adalah:
apa yang diinginkan adalah apa yang didapatkan.
Sembari memenuhi kewajiban dari orang tua untuk belajar, ternyata mereka punya 'passion' pada apa yang kita jalani. Sehingga nantinya tidak usah terlalu khawatir akan jadi apa setelah lulus kuliah, karena dia sudah tau bahwa apa yang dia lakukan sudah benar, apa yang dia lakukan sudah menjadi jalan demi menempuh apa yang mereka mau.

Lalu bagaimana dengan beberapa orang -yang bisa saja tidak beruntung- yang baru akan menghadapi pilihannya dan harus menghadapi masa depan yang tidak diketahui saat mereka benar-benar harus 'hidup'. Saat lulus kuliah. Saat waktunya mereka dituntut untuk bisa membeli makanan dari jerih payah mereka sendiri.

Tidak beruntung karena bisa saja path yang akan mereka ambil ketika lulus kuliah berseberangan dengan path yang telah dia tempuh selama 22 tahun hidup mereka. Aku ga tau seberapa banyak orang yang seperti ini, tapi aku tau, bahwa menjadi orang seperti ini adalah sangat sulit. Mungkin ga banyak orang seperti ini, kuharap juga tidak akan banyak, karena untuk hidup benar-benar menjadi diri sendiri itu butuh keberanian, kenekatan dan keteguhan yang luar biasa. Jika tidak, maka fondasi pikiran mereka bisa hancur. Kasarnya, bisa saja dia menjadi gila. Literally.

Ketakutan menjadi sebuah alasan utama mengapa pada akhirnya kebanyakan orang seperti itu mengambil path yang sesuai dengan path yang telah mereka tempuh. Bukannya menyebrang. Mengambil path yang tadinya mereka inginkan.

Dan menurutku ini adalah permasalahan kebanyakan orang Indonesia.

Kenapa aku bilang seperti itu?

Karena di Indonesia, pola pikir kebanyakan orang adalah untuk survive saja. Bagaimana memenuhi kebutuhan hidupnya, bagaimana mendapatkan kehidupan yang nyaman, apa yang bisa dilakukan untuk bisa makan. Untuk bisa selamat. Untuk ga malu di depan keluarga atau teman atau tetangga. Hal-hal seperti itulah. Yang membuat anak-anak sejak kecil teracuni untuk dibentuk menjadi sebuah kata yang sangat jahat dan menekan: PINTAR!
Kita ga bisa menyalahkan siapa-siapa di sini, karena memang begitulah kondisi negara kita. Lain halnya dengan beberapa negara luar yang telah memberikan kebebasan bagi anak-anak untuk menemukan bentuk PINTAR seperti apa yang akan mereka inginkan. Saat sekolah mereka diberikan berbagai macam pilihan, jadi mereka bisa secara lebih jelas melihat PINTAR yang cocok dengan dia itu PINTAR yang ada di dunia apa.

Aku juga belum mengerti, bagaimana adat dan tradisi di Indonesia bisa terbentuk sedemikian rupa sehingga setiap anak yang terlahir di keluarga 'berkecukupan' pasti disekolahkan di SD,SMP,SMA lalu Kuliah di perguruan tinggi..belajar Matematika, belajar Fisika, Belajar Biologi secara paksa. Bisa dibayangkan apa jadinya jika sebenarnya mereka memang dibuat untuk tidak bisa bagus di dunia seperti itu. Bisa dibayangkan apa jadinya jika mereka sebenarnya adalah orang-orang yang lebih mencintai Puisi, Lukisan, Tarian dan semacamnya. Penghargaan Indonesia untuk hal-hal seperti itu lebih rendah jika dibandingkan dengan Nilai Fisika, Matematika,Biologi dan semacamnya. Kebanyakan pasti akan berorientasi
Ah aku nanti mau kerja di sini gajinya besar!
Kerja di mana ya yang gajinya paling besar, di perusahaan A atau perusahaan B?
Supaya bisa kerja disana harus kuliah yang bagus.
Supaya bisa kerja di situ harus pinter, nilainya harus bagus...
Bahkan ironisnya di Indonesia, mereka pun yang bekerja di dunia Puisi, Lukisan dan Tarian tak jarang pada akhirnya harus menurunkan tingkat kepuasan imajinasi mereka untuk memenuhi kebutuhan perut mereka. Padahal, imajinasi mereka mungkin sebenarnya lebih dahsyat dari itu. Namun ternyata keinginan perut berkata : cukup sampai disini saja, ayo lakukan sesuatu agar kita bisa kenyang. Tapi setiap dari kita pasti punya harapan. Harapan untuk bisa memuaskan kebutuhan imajinasi kita sampai kenyang juga. Walaupun perjuangan untuk itu memang jauh lebih berat daripada membuat kenyang perut kita.

Maka disanalah titik kesempatan itu kembali hadir. Di graduation saat kuliah. Dimana kita bisa memutuskan path mana yang akan kita tempuh. Harapan untuk membuat kenyang kebutuhan imajinasi kita.

Pesan dari salah seorang paman ku adalah:
work with your heart dan jangan pernah takut mencoba.
Jadi ketika kamu merasa kamu tidak bekerja dengan hatimu maka cobalah hal lain yang bisa membuatmu bekerja dengan hatimu.

Dan pesan itu sangat masuk akal. Apalagi untuk orang-orang yang tidak beruntung seperti aku, dimana kita harus menghadapi decision yang sangat-sangat besar yang akan menentukan kehidupan kita selanjutnya. So what about failing?
Sangat cliche memang, tapi memang kegagalan itu tak akan bisa dihindari dimanapun kita berada. Ya kan? Jadi pilih mana gagal di tempat yang kita ga suka atau gagal di tempat yang kita suka. Akan lebih tidak bermakna jika gagal di tempat yang kita ga suka. Karena walaupun kita sangat frustrasi dan mengutuk diri kita kenapa kita gagal, pada akhirnya otak kita pasti akan menstimulasi untuk mentoleransi kegagalan itu. "Ya wong aku ga suka disitu ya wajar aku ga bisa." Tapi lain halnya jika gagal di tempat yang kita suka. Otak kita pasti akan menstimulasi suatu curiousity dan curiousity inilah yang membentuk ability kita." HEY WHAT HAPPENNED TO ME? Kenapa ini bisa terjadi? Aku harus menemukan alasannya, aku harus tau kenapa ini terjadi."

Aku memang seorang biasa yang tidak punya talent super yang mampu membuat satu dunia bertepuk tangan. Tapi aku ingin menjalani kehidupan yang benar-benar hidup. Yang benar-benar aku. Aku ingin menjalani sesuatu bukan karena keadaan yang memaksa atau karena lainnya. Waktu pemutusan itu semakin dekat, dan pertimbangan demi pertimbangan harus dilalui. Belum lagi MILYARAN rintangan dan cobaan yang menghadang untuk bisa keluar dari path yang sedang dijalani ini. Untuk bisa membuat kenyang kebutuhan imajinasiku. Untuk bisa menemukan Jembatan Penyebrang ku.
Graduation.

Monday, June 15, 2009

LONG VACATION


Long Vacation adalah awal dari semuanya. Serial drama dari negeri Japan ini adalah titik mula dimana aku menyukai aktor hebat yang melegenda: Takuya Kimura. Serial drama ini juga yang membuat aku menyukai serial drama Jepang, dan akhirnya aku suka pada film. Aku gak pernah menonton sesuatu yang dapat membuat perasaanku begitu terbawa, sebelum serial ini.

Dan memang, sejak serial drama ini rilis di tahun 1996. (Almost 14 years ago).
Nama Takuya Kimura melambung tinggi, dan sejak saat itu ga ada satu pun drama yang dia bintangi meleset dari jajaran rating tertinggi. Wow. yeah.. Wow.

Drama ini sendiri sebenarnya ditayangkan oleh Indosiar waktu aku kelas satu smp (tahun 2000). Aku ingeet banget ini. Ya iyalah. Aku ga akan mungkin melupakan serial drama ini. Karena saat aku menonton serial drama ini di tivi, saat itulah kehidupan 'sebenarnya' buatku dimulai..

Beberapa contoh dari kata-kata dari serial ini yang aku ingat, adalah :
Jika kita sedang mengalami hari-hari yang berat dalam hidup kita, tidak menjadi yang terbaik seperti yang kita harapkan, ditinggalkan oleh orang yang kita cintai, dan lain halnya yang bisa membuat kita sedih, maka kita jangan frustrasi, stress, atau sebagainya. Anggap saja itu seperti 'long vacation' yang diberikan Tuhan untuk kita. Karena kita kan ga mungkin selalu menjadi yang terbaik, karena ada saat-saat dimana kita lelah untuk berjuang keras dan mengerahkan seluruhnya. Maka jadikan saja itu sebagai 'long vacation' kita. Dimana kita tidak usah terlalu memikirkan apa dan bagaimana yang akan terjadi, seperti sedang liburan, kita lakukan saja apa yang kita mau, kita jalani hari dengan natural. Lalu apa yang akan terjadi pada akhirnya? Semuanya akan menjadi baik-baik saja, diharapkan begitu. Karena memang itu kan manfaat liburan? Untuk merefresh lagi diri kita..! ya kan..

Itu hanya secuil yang bisa kuperoleh dari serial ini, namun manfaatnya tentu saja besar sekali. Buat diriku sendiri. Dan gak hanya itu, semenjak menonton serial ini, aku mulai menikmati hasil karya seni berupa film dan serial drama lainnya, dan yah aku baru ingat, saat dimana aku mulai menyukai gambar dan ternyata hasil gambarku tidak buruk-buruk amat, saat dimana aku menemukan arti sebuah persahabatan,.. pertemanan, semuanya dimulai sejak aku menonton drama ini.

Dan mungkin juga karena itulah kenapa aku ingin sekali bertemu dengan Takuya Kimura. Dari dulu. Aku sangat ingin berbincang dengannya. Mengapa dia bisa begitu fenomenal, bisa menyatu dengan karakter yang dia mainkan, bisa begitu hebat. Sebagai seorang aktor, entertainer,dan dalam kehidupan pribadinya. Dia sangat sukses.

Aku gak pernah seexciting ini jika melakukan sesuatu, aku gak pernah seberdebar ini. Aku senang sekali, dipertemukan dengan Long Vacation. Karena hingga sekarang, aku terus menempatkan Long Vacation sebagai titik awal dimana perjalanan hidupku mulai. Dan ini masih sangaaaaat panjaaaaaaaaang. Kuharap, semua mimpiku bisa tercapai. Kuharap aku bisa mendapatkan kunci kebahagiaanku:
Melakukan apa yang aku suka bersama dengan orang-orang yang aku cinta.

Friday, June 5, 2009

my beating heart

owh, senangnyaa aku sudah tahu apa yang bisa membuatku berdebar-debar seperti ini.
apa yang bisa membuatku rela ga tidur, menskip makan,
heuuheuuheuu..
tapi.mungkin ga yaa aku berada pada dunia itu.
sepertinya sangat berbeda 180 derajat dengan apa yg aku jalani sekarang.

tapi aku senang, aku mengetahuinya.
aku akhirnya tau. apa yang membuatku jatuh cinta sama pekerjaan. hmmm
cant wait to face the future. pingin sekali bisa berada pada dunia itu!!!

:)